Monday, June 23, 2008

Melihat Maleo dan Kelelawar di Parigi

Burung Maleo banyak dijumpai di Kabupaten Parigi Moutong terutama di Desa Sausu Peoreh. Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan bus selama dua jam dari kota Palu. Burung Maleo suka membuat gundukan atau sering disebut burung inkubator. Rumpun burung ini ditemukan di Indonesia Timur hingga Polinesia dan Australia.

Burung ini berbulu hitam dan putih yang mencolok dengan dada merah jambu. Ekornya berdiri tegak dan kepala gundul. Besarnya seperti ayam betina dengan berat 1,6 kilogram dan burung Maleo menggunakan sumber panas dari luar untuk menetaskan telurnya. Keberadaannya menjadi daya tarik wisatawan dengan minat khusus untuk mengamati kehidupan burung.

Pantai Nalera terletak di Desa Marantale sekitar 65 kilometer dari kota Palu dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat selama tiga jam. Potensinya cukup menarik karena memiliki pantai berpasir putih sepanjang 5 kilometer dan banyak dikunjungi wisatawan lokal pada akhir pekan.

Kondisi alam yang ada menjadi tempat yang tepat untuk olahraga panjat tebing yaitu di kawasan Likunggawali, Marantale. Di sini terdapat tebing yang curam mencapai 80 meter sehingga tepat menjadi obyek wisata panjat tebing. Ada juga air terjun Toramaya yang berjarak 4 km dari Desa Towera dimana wisatawan dapat melihat sarang burung walet.

Pulau Kelelawar sekitar 97 kilometer dari Palu juga menjadi obyek wisata alam Sulawesi Tengah yang memiliki pasir putih, lokasi selam yang menarik dan aktivitas lainnya. Pulau ini teletak di Desa Tomoli, Kecamatan Ampibabo. Masih di seputar Parigi, terdapat Pulau Makakata, sekitar 85 km dari Palu. Pulau ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat dilanjutkan dengan naik boat slama 25 menit. Panorama alamnya sangat indah dan dihuni oleh masyarakat suku Bajou yang terkenal dengan penangkapan ikan secara tradisional.

Togean, Melengkapi Keindahan Sulteng

Selain Danau Poso, obyek wisata utama lainnya di Poso adalah Taman Laut Togean di Kecamatan Tojo Unauna. Perjalanan menuju Togean dapat ditempuh empat jam jalan darat yang dilanjutkan naik perahu motor. Obyek wisata yang eksotis ini alam bawah lautnya merupakan surga bagi wisatawan yang dihuni dengan berbagai karang tropis dalam ukuran jumbo serta berbagai spesies ikan hias dan kepiting kenari.

Memancing, berlayar, berenang dan menyelam dapat dilakukan tiap saat. Taman laut ini diperindah pula dengan deretan pulau-pulau kecil dan besar yang berhutan lebat yang dihuni oleh babi hutan dan tangkasi, Perumahan suku Bajou, hilir mudik nelayan dan deretan cottage di pinggir pantai menambah keindahan alam Togean. Pulau-pulau kecil di Togean juga memiliki pantai berpasir putih cocok untuk wisatawan yang gemar berjemur sambil menikmati matahari terbenam.

Kepulauan Togean yang indah ini membuat wisatawan manca negara yang pertama kali mengunjungi akan langsung jatuh cinta dengan keindahan pulau-pulaukarang di tempat ini. Kecantikan alam Togean membuat banyak wisatawan akhirnya memilih untuk tinggal lebih lama dari rencana semula. Kepulauan yang terletak di tengah Teluk Tomini ini ditumbuhi kawasan hutan yang belum terjamah dan menjadi tempat perlindungan bagi hewan-hewan yang ada di dalamnya.

Namun kecantikan yang sebenarnya berada di pantai dan laut. Berbagai kombinasi bentuk karang berpadu dengan birunya air laut yang jernih membuat keindahan tempat ini menjadi sangat mengesankan.

Kepulauan Togean merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki tiga lingkungan karang yang berbeda namun berada pada satu kawasan yang sama. Tiga lingkungan karang itu adalah karang atol, karang barier dan karang pantai yang semuanya menjadi habitat dari flora dan fauna laut.Karang atol ini berbentuk pulau karang yang ditengah-tengahnya terdapat danau yang dalam.

Karang barier merupakan deretan karang yang berjejer mengelilingi pulau menyerupai benteng atau dinding di laut yang ‘melindungi’ pulau lain di dekatnya dari terjangan ombak laut. Tinggi karang ini mulai dari dasar hingga ke permukaan laut mencapai 200 meter, ini belum termasuk bagian karang yang berada di atas permukaan yang bisa mencapai tinggi beberapa meter lagi.

Pulau Batudaka merupakan pulau terbesar dan yang paling mudah dicapai di kepulauan Togean. Di Pulau Batu Daka terdapat dua desa yaitu desa Bomba dan Wakai. Bomba merupakan kawasan pemukiman yang terletak di ujung barat laut kepulauan Togean. Bomba bukan tempat tercantik di kawasan Togean karenanya kebanyakan wisatawan hanya melewati saja tempat ini untuk menuju tujuan utama
yaitu ke Wakai di Pulau Kadidiri.

Namun demikian Bomba merupakan tempat yang cukup menarik dan tidak terlalu ramai. Di sini pengunjung dapat berenang dan snorkeling di lokasi yang cukup bagus. .Anda juga dapat mengunjungi goa kelelawar yang terletak di dekat Bomba namun untuk mendatangi tempat ini dibutuhkan pemandu. Kawasan pemukiman terbesar di Togean adalah Wakai. Tempat ini merupakan titik keberangkatan bagi kapal-kapal yang akan menuju ke Pulau Kadidiri.

Beberapa kilometer ke arah pedalaman terdapat air terjun. Wisatawan dapat melakukan perjalanan yang menyenangkan menuju ke air terjun melalui desa-desa yang terdapat di kawasan ini. Pulau Kadidiri terletak tidak jauh dari Wakai merupakan pusat kunjungan wisata di kepulaun Togean. Pulau Kadidiri merupakan pulau paling populer di kalangan wisatawan karena pantainya yang sangat bagus dengan lokasi snorkeling dan menyelam yang sangat prima. Juga tersedia banyak penginapan murah dan di sebelah barat pantai terdapat deretan batu karang terjal yang menjadi habitat kepiting karang.

Kawasan pemukiman utama di Pulau Togean adalah Desa Katupat yang memiliki sebuah pasar kecil dan sejumlah toko. Di sekitar pulau terdapat kawasan pantai yang lebih indah dari tempat lainnya dan juga lokasi untuk trekking bagi wisatawan yang sudah bosan dengan kegiatan menyelam, berenang atau snorkeling.

Tentena yang terletak di ujung utara Danau Poso merupakan desa yang lebih besar dan lebih indah dari Pendolo. Tempat ini dikelilingi perbukitan yang ditumbuhi tanaman cengkeh. Pada saat cengkeh berbunga (bulan Juni hingga November) pohon cengkeh akan mengeluarkan aroma harum bunga cengkeh. ***

Poso "Nirwana" di Sulawesi Tengah

Poso merupakan kota pelabuhan utama sekaligus juga kota pelabuhan dan terminal di wilayah pantai utara Sulawesi Tengah. Bagi wisatawan, Poso adalah kota persinggahan (transit) sebelum melanjutkan perjalanan ke beberapa lokasi wisata di sekitar Poso misalnya ke pantai atau ke Ampana untuk kemudian menumpang kapal menuju ke Pulau Togean. Namun demikian, Poso sendiri merupakan kota yang menyenangkan untuk sejenak berisitirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Poso adalah sebuah kota kecil yang teratur, dan Anda dapat pergi ke mana saja di kota ini hanya dengan berjalan kaki. Pusat kota Poso terletak di Jl Sumatera dan kawasan di sekitarnya di mana terdapat sejumlah hotel, restoran dan kawasan pertokoan. Kantor pariwisata (telp 21839) dapat ditemui di ujung barat Jl Sudirman di mana wisatawan akan mendapatkan sejumlah brosur mengenai informasi wisata di daerah ini.

Lantaran itu, dulu sebelum terjadi konflik tahun 1998, Poso dikenal sebagai "nirwana" di Sulawesi Tengah. Segala yang diinginkan wisatawan ada di kota ini. Mulai dari wisatanya sampai kehidupan malamnya, tersedia di sini.

Di sekitar Poso terdapat beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi khususnya bagi mereka yang suka berenang atau snorkeling; salah satunya adalah Pantai Madale yang
terletak sekitar 5 Km di timur Poso. Lebih jauh ke timur, pada jarak 20 Km dari Poso, terdapat Pantai Matako dengan pasir pantainya yang putih. Sedangkan Pantai Toini terletak 7 Km dari Poso ke barat. Pantai ini populer karena sejumlah rumah makan yang menyajikan hidangan laut yang lezat.

Ketiga pantai ini dapat dicapai dengan kendaraan umum dan ojek dari terminal di dekat pasar Poso. Sekitar 40 Km dari Poso ke arah timur terdapat Tombiano yang memiliki goa besar yang dihuni kelelawar; di Maranda yang terletak sekitar 47 Km barat Poso terdapat air terjun kecil dan juga sumber mata air panas di mana pengunjung dapat berenang; Goa Tampemadoro terletak 22 Km di selatan Poso, di jalan yang menuju ke Tentena.

Untuk menuju ke lokasi goa dan air terjun tersebut Anda dapat menumpang kendaraan umum dari terminal Poso ke tujuan yang sesuai, dan mintalah sopir untuk menurunkan Anda di lokasi yang dituju.

Lembomawo terletak sekitar 4 Km di selatan Poso dan dikenal sebagai pusat kerajinan ukiran kayu eboni (kayu hitam). Untuk mencapai tempat ini Anda dapat menumpang bemo dari terminal Poso dan turun di Lembomawo. Dari Lembomawo Anda dapat berjalan kaki (4 Km) ke Ranononucu melalalui dua jembatan gantung.

Danau terbesar ketiga di Indonesia adalah Danau Poso yang memiliki luas sekitar 32.300 hektar dengan kedalaman rata-rata 500 meter. Danau Poso memiliki panjang 32 Km dan lebar 16 Km. Letak danau yang berada pada ketinggian 657 meter di atas permukaan laut. Memiliki keunikan karena berpasir putih dan kuning keemasan serta bergelombang seperti laut. Panorama alam disekelilingnya sangat indah dan perbukitan serta hutan disekitarnya berdiri tegak memagari danau.

Danau Poso terletak di kota Tentena dan keberadaan danau yang indah ini menjadi salah satu alasan utama orang singgah di Tentena dan Pendopo yang masing-masing terletak di ujung utara dan selatan Danau Poso. Kedua tempat ini dihubungkan dengan sarana transportasi reguler penyeberangan danau. Wisatawan dapat berjalanjalan menyusuri kawasan pedesaan di sekitar danau atau menyewa perahu mengelilingi danau.

Pada setiap bulan Agustus digelar acara Festival Danau Poso yang merupakan acara budaya yang terbesar di wilayah ini. Festival ini diikuti oleh sebagaian besar
masyarakat desa yang berada di daerah yang indah ini. Danau Poso juga terkenal
karena memiliki taman anggrek yang bernama Taman Anggrek Bancea yang memiliki
koleksi anggrek liar. Taman ini dapat dicapai dengan berjalan kaki (11 Km) atau
menumpang mobil sewaan ke Taipa dari Pendolo.

Lokasi wisata Air Terjun Saluopa berada di suatu kawasan hutan dekat Tentena di mana terdapat sejumlah jeram, air terjun dan beberapa kolam dengan airnya yang bening sejernih kristal.

Air Terjun Sulewana terletak 12 Km dari Tentena . Untuk mencapai tempat ini wisatawan dapat menempuh dengan kendaraan lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3 Km. Airnya sangat deras dan dapat dijadikan sumber pembangkit tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh pulau.

Goa Pamona dan Latea sekitar 57 km dari kota Poso menjadi salah satu obyek wisata yang unik karena goa ini tempat menyimpan mayat dalam goa sejak ratusan tahun lalu seperti halnya dalam kebudayaan Toraja.

Tentena memiliki fasilitas akomodasi dan tempat makan yang lengkap, namun pantai di Tentena masih kalah cantik dibandingkan di Pendolo. Lokasi menarik yang harus dikunjungi ketika berada di Tentena adalah jembatan sepanjang 210 meter yang berada diujung utara Danau Poso. Di bawah jembatan, air danau dengan deras mengalir memasuki sungai untuk memulai perjalanan panjangnya menuju ke laut. Tentena terkenal dengan hewan belut dengan panjang mencapai dua meter. Hewan ini tinggal di dasar danau dan banyak yang keluar mengikuti arus air menuju sungai.

Di tepi sungai terdapat Goa Pamona. Panorama di dekat goa ini cukup indah. Lebih jauh dari kota, di jalan raya yang menuju ke Kolonodale terdapat Goa Latea yang berisi tulang belulang mayat yang dikubur pada masa lalu.***

Palu dengan Sejuta Keindahan

Palu adalah ibukota Provinsi Sulawesi Tengah yang secara geografis terletak
di bagian utara wilayah ini. Kota yang jarang turun hujan ini dikenal sebagai salah
satu kota terkering di Indonesia dengan udara yang panas pada siang hari dan
sejuk pada malam hari. Kota ini memiliki sejuta keindahan yang layak dinikmati.

Dalam sejarahnya, Palu pernah diduduki tentara Jepang dalam perang dunia ke-2. Pada umumnya wisatawan singgah di Palu karena ingin treking ke Taman Nasional Lore Hindu yang berada di selatan Palu atau Tanjung Karang yang berada di utara.

Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Palu memberikan informasi dan menyediakan berbagai brosur wisata dan peta kota Palu. Wisatawan juga akan mendapatkan informasi yang berguna mengenai Taman Nasional Lore Lindu jika mendatangi Balai Taman Nasional Lore Lindu. Kantor ini berlokasi di Jalan Muhammad Yamin atau yang dikenal dengan Jalur Dua.

Tempat ini mengeluarkan surat ijin bagi wisatawan yang akan masuk ke taman nasional. Jika berada di Palu mungkin Anda dapat mengunjungi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah yang menyimpan sekitar 7000 koleksi. Sebagian koleksi ditata dalam dua gedung pameran tetap dan sebagian lainnya tersimpan dalam gedung penyimpanan koleksi.

Dalam gedung pameran bisa disaksikan aneka kebudayaan dari 12 etnis seperti upacara Daur Hidup, pembuatan kain tenun Donggala, meramu sagu dan pembuatan kain kulit kayu.

Rumah tradisional Sou Raja juga tempat yang perlu dikunjungi. Rumah Raja atau Sou Raja ini juga disebut Banua Mbaso yang berarti rumah besar. Rumah berbentuk panggung ini merupakan warisan nenek moyang keluarga bangsawan dari suku Kaili. Di dalam kota Palu, Sou Raja bisa ditemukan di Kampung Lere.

Bangunan ini masih terawat baik dan sering dikunjungi sebagai obyek wisata. Di kampung ini pula terdapat makam Datuk Karamah. Yang merupakan saksi sejarah masuknya agama Islam pertama di Sulawesi Tengah. Nama asli Datuk Karamah adalah Abdullah Raqie, seorang tokoh agama Islam asal Minangkabau, Sumatra Barat. 552

Sekitar abad 17 Abdullah Raqie tiba di Palu untuk menyebarkan agama Islam dan dia diberi gelar karena memiliki kesaktian. Masyarakat mengaguminya lalu memeluk agama Islam termasuk Raja Kabonena bernama I Pue Njidi.

Datuk Karamah menikah dengan Ince Jille dan memiliki dua anak. Karena kesaktiannya maka banyak peziarah yang datang sambil melepaskan nazar. Lokasi wisata pantai juga terdapat tidak jauh dari kota Palu, antara lain Pantai Taman Ria, Pantai Talise, Pantai Tumbelaka, Pantai Buluri, Pantai Mamboro, Pantai Talise yang membentang di Jl. Rajamoili dan Cut Mutia merupakan obyek wisata bahari yang memiliki panorama indah. Cocok untuk olahraga selancar angin, sky dan sebagainya.

Di pantai ini juga pengunjung dapat menikmati terbenamnya matahari terbenam di sla-sela Gunung Gawalise sambil menyaksikan para nelayan menjala ikan. Gunung Gawalise berjarak 34 km dari Palu merupakan obyek wisata alam dan budaya yang menarik. Di Gunung Gawalise ada Desa Dombu yang berada di atas ketinggian dan berhawa sejuk.

Desa lainnya adalah Desa Matantimali, Desa Panasi baja, Desa Bolobia dan Desa Rodingo. Desa-desa ini didiami oleh suku Da’a, satu-satunya etnis suku kaili yang mendiami daerah pegunungan.

Obyek wisata alam lainnya yang menjadi andalan Sulawesi Tengah adalah Taman Nasional Lore Lindu, salah satu lokasi perlindungan hayati Sulawesi. Letaknya sekitar 60 km Selatan kota Palu dengan luas taman 217.991 hektar dan ketinggian yang bervariasi antara 200 - 2610 meter di atas permukaan laut.

Taman nasional ini memiliki fauna dan flora endemik Sulawesi serta panorama alam yang menarik karena terletak di garis Wallacea yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia. Taman ini terletak di Selatan Kabupaten Donggala dan bagian Barat Kabupaten Poso yang menjadi daerah tangkapan air bagi tiga sungai besar di Sulawesi Tengah yaitu Sungai Lariang, Sungai Gumbasa dan Sungai Palu.

Kawasan Taman Nasional ini merupakan habitat mamalia asli terbesar di Sulawesi seperti Anoa, babi rusa, rusa, kera hantu, kera kakaktonkea, kuskus marsupial dan binatang pemakan daging Civet hidup di taman ini. Taman ini juga memiliki sedikitnya 5 jenis bajing dan 31 dari 38 jenis tikus yang ada.

Sedikitnya ada 55 jenis kelelawar dan lebih dari 230 jenis burung termasuk Maleo, enggang atau disebut juga rangkong atau burung Allo yang menjadi penghuni taman nasional ini. Ribuan serangga yang cantik dan berbentuk aneh juga bisa dijumpai di sini, termasuk kupu-kupu dengan warna yang mencolok yang terbang di sekitar jalan setapak atau di daerah aliran sungai.

Kawasan taman nasional juga menjadi tempat hunian sejumlah penduduk asli setempat dengan pakaian adat mereka yang berwarna-warni dan biasanya dipakai pada pelaksanaan acara adat. Daya tarik lainnya di taman nasional ini adalah bendabenda (relik) yang dibuat oleh manusia pra-sejarah dari zaman megalit yang menghuni wilayah ini ribuan tahun yang lalu. Sejumlah relik dapat ditemui di lembah Bada, Besoa dan Napu.***

Eksotik Banggai Kepulauan

Kabupaten Banggai kepulauan memiliki pulau-pulau sedang dan kecil antara lain Pulau Peleng, Pulau Banggai, Pulau Bangkurung, Pulau Salue Besar, Pulau Labobo dan 116 pulau-pulau kecil lainnya. Kepulauan ini merupakan kawasan yang sangat bagus untuk melakukan berbagai kegiatan air seperti berenang dan menyelam. Di kawasan perairan ini wisatawan mungkin dapat melihat dugong atau sapi laut dan bahkan ikan paus.

Walaupun panoramanya sangat bagus namun fasilitas akomodasi di pulau ini masih sangat terbatas tetapi wisatawan masih dapat menginap di rumah-rumah milik penduduk setelah sebelumnya meminta ijin kepada kepala desa setempat. Wisatawan dapat menyewa perahu motor yang dapat ditemui di setiap desa jika ingin mengelilingi kawasan kepulauan ini.

Banggai Kepulauan termasuk dalam kawasan wilayah yang memiliki keunikan tersendiri. Wilayah ini terdiri dari pulau besar, pulau kecil, pegunungan dan perbukitan. Di pedalaman tersebar beraneka ragam flora dan fauna, pesisir pantai kaya akan keanekaragaman ekosistem laut, seperti hutan bakau, padang , tipe-tipe serta biota laut lainnya.

Untuk wisata pantai dan bawah laut maka Pulau Mekelu (Pulau Tikus ), Pulau Lasampung Delopo, Kembongan, merupakan tempat yang di kelilingi pasir putih dan terumbu karang. Keindahan bawah laut Tolobundu di pulau Lo. Bangkurung. Wilayah ini terdiri dari pulau-pulau kecil, tersebar terumbu infsourlamwaessii pteanrgiwahisata nusantara 561 karang, ikan hias dan pasir putih banyak terdapat dipulau ini.

Pulau Kembongan merupakan objek wisata pantai. Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu diving, snorkelling, Pulau Sampu-sampuan adalah sebuah pulau kecil yang hanya berukuran 2 kilometer dan untuk mencapainya harus menggunakan perahu motor selama empat jam perjalanan. Pulau ini memiliki pasir putih dan pantainya bergoa-goa. Keindahan bawah lautnya sangat menakjubkan karena memiliki berbagai jenis ikan hias yang unik.

Di Banggai kepulauan ini juga dapat dikunjungi Keraton Raja Banggai peninggalan Raja Banggai yang kondisinya masih terpelihara baik. Obyek wisata budaya ini sekitar 72 kilometer dari Luwuk. Di dalamnya terdapat keris kerajaan, payung kerajaan, alat musik kulintang dan pakaian kebesaran raja lainnya.

Kerajaan Banggai diperkirakan berdiri pada abad ke 13 tahun Saka 1478 atau tahun 1365 Masehi. Kerajaan ini berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate di Maluku Utara. Bentuk bangunan keratonnya seperti yang ada di Tidore dan Ternate karena hubungan historis.

Kerajaan Banggai dikenal sebagai kerajaan paling demokratis di dunia karena tidak mengenal putra mahkota atau ahli waris karena siapapun bisa diangkat sebagai raja atas keputusan Basalo Sangkep yang berfungsi sebagai Majelis Permusyawaratan Rakyat atau wakil rakyat. Banggai juga memiliki bendera berwarna putih bersudun 13 yang merupakan warisan rumpun keramat Paisutobui.

Makam Raja Mandapar menjadi salah satu tujuan wisata di kelurahan Lompio, kota Banggai. Makam yang hanya terbuat dari timbunan batu-batuan terkesan sangat sederhana tetapi banyak dikunjungi wisatawan. Dia adalah sosok yang menyatukan wilayah Banggai Keplauan dan Banggai Darat. Raja ini dimakamkan tahun 1625 atau 25 tahun setelah memerintah.

Di Kota Banggai ada tiga rumah keramat yaitu rumah keramat Bobolau, rumah keramat Kokini dan rumah keramat Putal. Salah satunya terletak di Kelurahan Lompio. Di rumah keramat ini terdapat sebuah keni atau bejana yang diyakini sebagai tempat tinggal Putri Saleh Butu Bulugaus. Putri ini dalam waktu tertentu keluar dari kendi dan menampakkan diri pada orang-orang di sekitarnya.

Konon Putri Bulugaus adalah putri seorang raja Banggai dan mempunyai saudara laki-laki bernama Abu Gasim. Namun dalam keseharian keduanya sering sekali bertengkar. Putri akhirnya wafat dan dimakamkan di rumah keramat itu dan Abu Gasim dimakamkan di rumah keramat di Kelurahan Dodung.
Pantai Lambangan Pauno merupakan obyek wisata lainnya di kota Banggai.

Tempat pemandian pinggir pantai ini di Desa Kendek sekitar 10 km dari Banggai. Pasir putih, batu karang, tebing terjal dan pohon ketapang yang memagari pantai memperindah pantai.
informasi parsiwuliaswaetsai ntuensgaanhtara 562 Kabupaten Banggai daratan juga memiliki obyek pantai yaitu Pantai Kilo Lima yang ramai dikunjungi masyarakat kota Luwuk karena letaknya dekat pusat kota. Deretan kios, kafe dan warung makan memenuhi pinggir pantai. Kegiatan olahraga pantai seperti berenang, ski air atau berselancar Suaka margasatwa Salodik terletak 27 km dari kota Luwuk. Untuk mencapai cagar alam ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama40 menit.

Daya tarik utamanya adalah air terjun bersusun-susun yang berada di ketinggian 600 meter dari atas permukaan laut. Karena alamnya yang indah, jaman kolonial dulu Belanda membuat pesanggrahan yang masih dapat dijumpai sampai sekarang. ***

Massa Mengamuk Tolak Aparat di Bangkep

Situasi Kota Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, hingga Senin (23/6) masih memanas, pasca dikeluarkannya hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan kota Salakan sebagai ibukota kabupaten Bangkep pada Kamis (19/6) lalu. Warga mengamuk dan menolak kehadiran aparat keamanan di kota itu.

Penolakan itu lebih karena masyarakat setempat masih trauma pada peristiwa bentrokannya aparat keamanan dan warga Banggai pada Pebruari 2007 silam, yang menewaskan empat orang warga Banggai.

Namun, kapolres Banggai Kepulauan, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Mulyantoko, tetap mempertahankan sedikitnya 32 personel anggotanya yang ditugaskan ke Banggai. "Kami hanya mau mengamankan situasi. Kami tidak akan bentrok dengan warga," kata Kapolres Banggkep via telepon dari Palu.

Menurut Kapolres, warga menuntut agar anggota polisi kembali ke kota Salakan. Kapolres menyatakan akan menarik pasukannya kembali ke Salakan, tapi dengan catatan, warga dapat memberikan jaminan keamanan, semua aktivitas harus tetap berjalan normal. Tidak boleh ada yang menghalangi orang lain yang hendak ke Salakan dan tidak melarang aparat pemerintah bekerja.

"Jika warga bisa memberikan jaminan itu, saya akan menarik pasukan saya kembali ke Salakan. Jika tidak, maka saya akan tetap di Banggai, bahkan meminta bantuan Polda Sulteng untuk menambah personel ke sini (Banggai)," tegas Kapolres.

Sehari sebelumnya, sejumlah warga Banggai mengusir dua anggota DPRD Kabupaten Bangkep dari kota Banggai. Kedua orang tersebut adalah Voni Ramli dari Partai Demokrat dan Ablit Ilyas dari Partai Keadilan Sejahtera.

Pengusiran itu sebagai bentuk pelampiasan emosi warga, yang menganggap kedua anggota dewan tersebut telah menghianati perjuangan warga Banggai mempertahankan Banggai sebagai ibu kota kabupaten Bangkep.

Voni Ramli, dijemput warga ketika sedang menghadiri rapat Partai Demokrat di Banggai. Ia diarak ribuan massa warga Banggai, dan terpaksa harus berjalan kaki sejauh dua kilometer. Sepanjang jalan Voni harus menerima makian dan kemarahan dari ribuan warga Banggai.

Nasib serupa dialami Ablit Ilyas. Ia bersama istrinya dijemput warga di kediamannya, lalu diarak keliling kota dan diarahkan ke pelabuhan Banggai. Sebelumnya, Ablit sempat dihujani pukulan oleh massa. Dan ia bersama istrinya terpaksa dilarikan oleh kapal motor dari pelabuhan. Kedua anggota DPRD Bangkep itu selanjutnya di usir dari kota Banggai.

"Di sini bukan tempat kalian. Kalian di Salakan saja. Banggai milik kami," begitu teriak warga seperti yang dilaporkan Mitha Meinansi dari kota Banggai.

Bagi warga, perjuangan menjadikan Banggai sebagai Ibukota Kabupaten Bangkep, tidak hanya setelah adanya Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Banggai Kepulauan, tapi sudah dimulai sejak tahun 1963. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun termasuk Mahkamah Konstitusi untuk memindahkan ibukota Bangkep ke Salakan.

SELAMAT TINGGAL SULAWESI TENGAH

Sementara itu, hari Minggu (22/6) warga Banggai menyatakan keluar dari Provinsi Sulawesi Tengah dan bergabung dengan Provinsi Maluku Utara. Selamat tinggal Provinsi Sulawesi Tengah. Begitu antara lain isi petisi rakyat Banggai, yang mereka sebut dengan Petisi Rakyat Bulan Juni 2008.

Warga menyatakan, bergabungnya Banggai Kepulauan dengan Maluku Utara, karena memiliki keterikatan sejarah dengan wilayah itu. Oleh karena itu, sebagai tahap awal, para tokoh setempat akan membentuk tim dan segera melakukan dialog dengan Sultan Ternate, untuk memgembalikan kedaulatan Banggai Kepulauan sesuai sejarah masa lalunya.

Sejarah mencatat, perjalanan sejarah kebudayaan Islam di Sulawesi Tengah tidak seperti di daerah-daerah lain di tanah air. Hal ini disebabkan kerajaan Islam yang pernah ada di wilayah Sulawesi Tengah, tidak dapat mengembangkan daerah kekuasannya, sehingga gaungnya dalam proses penyebaran Islam tidak begitu dikenal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang pertama mendapat pengaruh Islam adalah Kerajaan Banggai sekitar abad ke-13 Masehi. Hal ini didukung oleh data historis bahwa Banggai pada waktu itu masih merupakan wilayah kekuasaan Ternate (Maluku Utara), yang pada masa itu menjadi salah satu pusat pengembangan agama Islam. Juga didukung oleh letak geografis yang memungkinkan untuk melakukan kontak melalui jalur laut, baik dalam bentuk perdagangan maupun penyiaran agama Islam.

Sebagai bukti sejarah itu, di Banggai kepulauan ini juga dapat dikunjungi Keraton Raja Banggai peninggalan Raja Banggai yang kondisinya masih terpelihara baik. Di dalamnya terdapat keris kerajaan yang diberikan oleh Sultan Ternate, payung kerajaan, alat musik kulintang dan pakaian kebesaran raja lainnya.

Kerajaan Banggai diperkirakan berdiri pada abad ke 13 tahun Saka 1478 atau tahun 1365 Masehi. Bentuk bangunan keratonnya, sama dengan yang ada di Ternate dan Tidore itu karena hubungan historis.

Kerajaan Banggai dikenal sebagai kerajaan paling demokratis di dunia, karena tidak mengenal putra mahkota atau ahli waris karena siapapun bisa diangkat sebagai raja atas keputusan Basalo Sangkep yang berfungsi sebagai Majelis Permusyawaratan Rakyat atau wakil rakyat. Banggai juga memiliki bendera berwarna putih bersudut 13 yang merupakan warisan rumpun keramat Paisutobui.***


----------------------------------


PETISI RAKYAT BULAN JUNI 2008

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, SELURUH RAKYAT KOTA BANGGAI DENGAN PENUH KESADARAN AKAN NILAI

-NILAI BUDAYA YANG MENJADI PEDOMAN BAGI KEHIDUPAN RAKYAT SEBAGAI SATU KEUTUHAN MASYARAKAT BERADAT

DALAM LINGKUP KEKUASAAN ADAT BANGGAI, SERTA BERDASAR ATAS NILAI-NILAI DEMOKRASI YANG TELAH

DICEDERAI OLEH PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN YANG JUSTRU MENJADI KEKUASAAN PENGHANCUR

NILAI-NILAI BUDAYA BANGGAI, MAKA OLEH RAKYAT BANGGAI MENYATAKAN SIKAP DENGAN PETISI JUNI 2008

DENGAN SIKAP SEBAGAI BERIKUT :

1). BAHWA UNTUK MENJAMIN KELANGSUNGAN HIDUP RAKYAT YANG DAMAI DAN TENTERAM, MAKA RAKYAT BANGGAI

BERSIKAP UNTUK MENGEMBALIKAN NILAI-NILAI BUDAYA BANGGAI DENGAN SLOGAN KONGGOLIO KO TANO,

KENDENDEKE KO LIPU, DENGAN TETAP MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI HAK ASASI MANUSIA.

2).BERDASAR ATAS PRAKTEK PENGHIANATAN SEJARAH OLEH TOMUNDU BANGGAI (M.CHAIR AMIR) MAKA RAKYAT

BANGGAI SEBAGAI MASYARAKAT ADAT MENYATAKAN SIKAP BAHWA M.CHAIR AMIR BUKAN LAGI TOMUNDU BANGGAI

DAN MENDESAK PADA BASALO SANGKAP SEBAGAI LEMBAGA TINGGI ADAT BANGGAI UNTUK MELAKUKAN PROSESI

PERGANTIAN TOMUNDU BANGGAI SECEPATNYA.

3). SEBAGAI DAERAH YANG BERDAULAT DI MASA LALU DAN DI AKUI OLEH UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA RI

TENTANG KESATUAN MASYARAKAT ADAT, YANG SECARA SEJARAH MEMILIKI KETERIKATAN SEJARAH DENGAN MALUKU,

MAKA DEMI DEMOKRASI DAN TEGAKNYA NILAI-NILAI BUDAYA MAKA RAKYAT BANGGAI MENYATAKAN BERGABUNG

DENGAN PROPINSI MALUKU UTARA DENGAN TAHAP AWAL MELAKUKAN DIALOG DENGAN KESULTANAN TERNATE.

4). MENYATAKAN SEJAK PETISI INI DI BACAKAN SELURUH PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI

KEPULAUAN DI NYATAKAN TIDAK BERLAKU DI BANGGAI, SELURUH PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN LEBEL BANGKEP

UNTUK BERKANTOR DI WILAYAH BANGKEP DAN BUKAN LAGI DI BANGGAI.

5). RAKYAT BANGGAI DENGAN TEGAS MENYATAKAN DAN MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL PROPINSI SULAWESI

TENGAH.

6). SEGERA MEMBENTUK PANITIA KERJA UNTUK MEMAKSIMALKAN KERJA PENGGABUNGAN WILAYAH BANGGAI KE

MALUKU UTARA DAN PANITIA DI PILIH LANGSUNG OLEH RAKYAT DAN BEKERJA SAMPAI LEGALNYA PENGGABUNGAN

WILAYAH.
7). PENGGABUNGAN INI TETAP DALAM BINGKAI NKRI.

“PETISI INI BERLAKU SEJAK KESEPAKATAN DAN DEKLARASI RAKYAT, DAN HARUS DILAKSANAKAN UNTUK

SELANJUTNYA RAKYAT HARUS MENJAGA DIRI DAN MEMPROKLAMASIKAN PERJUANGAN PENGGABUNGAN WILAYAH.”


RAKYAT BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN……..!
RAKYAT BERSATU REBUT KADAULATAN……..!


BANGGAI, 22 JUNI 2008

ATAS NAMA RAKYAT BANGGAI

Saturday, June 21, 2008

Pendukung Randy KDI Tidak Maksimal

PERJUANGAN Randy KDI akhirnya sampai juga di separuh jalan. Mahasiswa FKIP Universitas Tadulako itu, kini menatap babak 14 besar, sebuah perjuangan berat sejak dirinya dinyatakan lolos dari Gerbang KDI 5, atau babak 28 besar.

Randy pada akhirnya tidak hanya menjadi perwakilan sosok anak muda yang menghapus kesan Sulawesi Tengah sebagai daerah konflik. Ia kini mengikuti jejak nAbdde Negara (Slank), Zarro (penyanyi jazz), Pasha (Ungu), Reza (Peterpan) atau Rivai (Steven n Coconut Tree Band) yang juga anak daerah ini.

Masih lekat dalam ingatan ketika Randy dengan tegas di babak Gerbang KDI 5 menyatakan, Sulawesi Tengah adalah daerah yang aman, dengan penduduk yang ramah. Konflik tidak lagi terjadi. Konflik yang pernah terjadi selama ini, bukan keinginan masyarakat Sulteng, tapi akibat provokasi orang-orang tertentu yang tidak menginginkan daerah Randy aman.

Meski hanya kurang lebih tiga menit Randy mengemukakan hal tersebut, namun pernyataan Randy saat itu ditonton oleh kurang lebih 40 juta pasang mata (menurut survey AC Nielsen), di luar mereka yang menyaksikan lewat MNC Indonesian Channel di Singapura, Malaysia, Timur Tengah dan Amerika.

Sejumlah spanduk dukungan bagi Randy selama ini, menjadi promosi gratis bagi komoditas yang berada di lingkup daerah Sulawesi Tengah. Bahkan Randy dalam setiap penampilannya menjadi password bagi warga Sulteng untuk bisa hadir di layar kaca dengan waktu yang cukup lama. Semua ini adalah suatu hal yang rasanya sangat mustahil bisa dilakukan bila sosok Randy tidak hadir di pentas KDI 5.

Karena itu pula, Randy nampaknya masih bertahan karena ‘memang diinginkan’ untuk tetap menjadi duta Sulteng dalam arti yang lebih luas. Namun pertarungan di babak 14 besar mulai mengerucut pada gengsi antardaerah dan pertarungan kualitas tampilan.

Randy akan kembali tampil pada episode 13 atau Sabtu, malam bersama Niken (Aceh), Yofi (Bengkulu), Okta (Palembang), Amini (Banjarmasin), Lely (Sidoardjo) dan Eka (Rantau Prapat). Secara tampilan, Randy tidak terlalu bermasalah. Jika dikelompokkan menurut usia dan jenis kelamin, Randy digemari pemirsa usia remaja dan ibu-ibu rumah tangga, dua kelompok yang dikenal konsumtif, termasuk dalam mengirimkan sms.

Faktor lain yang membuat selama ini seorang kontestan bertahan adalah dukungan kelompok-kelompok tertentu atau pihak pemerintah daerah. Yofi dan Niken adalah dua kontestan yang mutlak selalu mendapat dukungan habis-habisan dari pemerintah daerah melalui caranya masing-masing. Kehadiran suporter disponsori langsung pemda, dapat dengan jelas kita lihat dari kecerdasan menggunakan layar kaca sebagai arena promosi daerah. Mereka hadir dengan baju adat masing-masing.

Bagaimana dengan Randy? Pengaturan suporter di Teater Tanah Airku tentu menjadi kunci utama bagaimana agar promosi yang baik pesannya bisa tersampaikan. Pengaturan pihak TPI tentu saja harus gayung bersambut dengan kreativitas yang dihadirkan pendukung Randy.

Penampilan terakhir Randy menunjukkan suporter yang loyal atau masyarakat Sulteng di Jakarta pendukung Randy bisa dihitung dengan jari. Apakah ini berpengaruh? Jawabanya, Ya ! Para penasehat selalu ‘terintimidasi’ oleh suasana psikologis pertunjukkan. Sementara survey menunjukkan, komentar para penasehat berpengaruh besar terhadap pemirsa yang mengirimkan smsnya.

Jika demikian, dari 7 kontestan Sabtu malam nanti, Randy sangat mungkin akan berada di daerah kritis. Ini berarti, kita tidak akan melihat lagi simbol-simbol Sulawesi Tengah, atau bahasa daerah Sulawesi Tengah di pentas KDI 5. Yang pasti, jika Randy harus tersingkir sebelum babak 10 besar, tentu saja kontraknya bersama Star Manajemen Nusantara mungkin hanya sebatas 6 bulan, berbeda jika dirinya bertahan sampai babak 10 besar, apalagi jika terus bertahan di babak 4 besar.

Thuram Masuk Islam Saat Usia 16 Tahun

KESEBELASAN sepakbola di Eropa mulai berlaga di lapangan untuk memperebutkan Piala Eropa dalam ajang Euro 2008 yang dimulai Sabtu (7/6). Yang menarik dalam kompetisi ini adalah pemain-pemain Muslim yang ikut memperkuat tim-tim sepakbola Eropa yang dipekirakan akan menjadi bintang-bintang lapangan.

Tim Perancis yang juga disebut tim Les Bleus akan menurunkan sembilan pemain Muslim dalam timnya, antara lain Franck Ribery-pemain Bayern Munich. Ribery yang masih berusia 25 itu, dikenal sebagai pemain yang selalu terlihat memanjatkan doa sebelum pertandingan dimulai.

"Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepakbola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya haris menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam," kata Ribery seperti yang diberitakan eramuslim.com.

Pemain sepakbola bermata biru yang memperkuat tim Prancis itu memulai karir sepakbolanya dengan bergabung dengan tim Boulogne di tanah kelahirannya, kemudian ia pindah ke tim Al├Ęs, Brest and FC Metz. Kepindahannya ke Olympique Marseille membawanya ke posisi pertama bintang sepakbola Perancis paling populer pada bulan Agustus, Oktober dan November 2005. Ribery terpilih untuk memperkuat tim Perancis pada Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang digelar di Jerman.

Pada tahun 2006 itulah, jati diri Ribery yang telah menjadi muallaf dan memeluk agama Islam terkuak dan menjadi pemberitaan di tengah pertandingan pembukaan antara tim Perancis melawan tim Swiss Piala Dunia 2006.

Muslim lainnya yang namanya populer sebagai bintang lapangan hijau tim Perancis adalah Eric Abidal. Eric yang masuk Islam lima tahun yang lalu dan memakai nama Islam "Bilal" ini mengatakan, agama Islam yang dipeluknya telah mendorongnya untuk bekerja keras memperkuat timnya.

"Saya memeluk Islam dengan keyakinan penuh," kata Abidal, 29, pada majalah Match yang terbit di Paris. Abidal menikah dengan seorang perempuan asal Aljazair dan kini dikaruniai dua orang anak.

Thierey Henry, adalah bintang lapangan hijau lainnya yang akan berlaga di Euro 2008, memperkuat tim Perancis. Henry yang pernah dua kali dinominasikan sebagai pemain terbaik versi FIFA ini kerap mendorong agar setiap orang membaca al-Quran dan membaca lebih banyak lagi tentang agama Islam agar lebih mengenal agama itu.

Pemain Muslim yang menjadi bintang tim sepakbola Perancis adalah Lilian Thuram yang menjadi muallaf pada tahun 1991 ketika masih berusia 16 tahun. Selain Thuram, ada pemain tengah Lassana Diarra (Portsmouth), penyerang Karim Benzema (Lyon), pemain tengah Samir Nasri (Marseille) dan Hatem Ben Arfa (Lyon).

Perancis menggelar pertandingan pertama, berhadapan dengan Romania pada Senin (9/6) tadi malam dalam ajang Euro 2008 yang melibatkan 16 tim sepakbola Eropa. Pemenang Euro 2008 akan mewakili Eropa pada Piala Konfederasi FIFA 2009 yang akan digelar di Afrika Selatan. ***

Menengok Pesepakbola Dunia yang Muslim

BANYAK pemain sepak bola yang ternyata beragama Islam. Mereka kini memperkuat klub sepakbola Barcelona-klub sepakbola terkaya dan tersukses di Spanyol dan Eropa.

Salah satu bintang sepak bola berbakat dan paling gress adalah, Yaya Toure asal Perancis. Dalam Eurosport 2005, Toure dinobatkan sebagai pemain sepak bola muda yang paling menjanjikan di dunia. Ia pindah dari tim Monaco Perancis ke Barcelona dengan bayaran sebesar 10 juta euro.

Kehebatan Toure menggocek bola, serta kelihaiannya mengoper bola dalam jarak dekat maupun jauh, membuatnya dijuluki pemain "box-to-box." Sejak pertama bergabung dengan Klub Barcelona, Toure tidak menyembunyikan agama yang dianutnya. Ia menyatakan tidak ada kontradiksi antara menjadi pemain sepakbola yang sukses dengan menjadi seorang Muslim yang taat.

Bintang sepakbola Muslim kedua yang memperkuat klub Barcelona adalah Eric Abidal. Abidal yang dulu memperkuat tim Lyon, Perancis menandatangani kontrak sebesar 15 juta euro dengan klub Barcelona, untuk empat tahun. Tentang kemuslimannya, Abidal mengatakan, ke-Islam-annya menjadi penyemangat untuk memperkuat timnya.

Bintang lapangan hijau Muslim yang ketiga adalah Thierry Henry. Kabarnya, Henry juga adalah pemain Barcelona. Ia dibayar 16, 1 juta poundsterling. Henry kerap menghimbau agar orang lebih banyak membaca tentang Islam dan membaca Al-Quran untuk mengenal lebih jauh tentang Islam.

Henry yang juga dikenal sebagai tukang sulap, pernah dua kali dinominasikan sebagai Pemain Terbaik oleh FIFA. Ia juga yang membawa kemenangan bagi tim nasional Perancis dalam World Cup tahun 1998 dan Euro tahun 2000.

Pemain sepakbola Muslim lainnya adalah Lilian Thuram asal Prancis, yang bergabung dengan tim Spanyol sejak 2006. Surat kabar Spanyol ABC menulis, ini adalah rekor jumlah pemain Muslim dalam tim Barcelona. Keberadaan mereka diharapkan bisa merebut hati para pecinta klub Barcelona di negara-negara Arab dan di dunia Muslim. Pesaing klub Barcelona, klub Real Madrid juga punya seorang pemain Muslim, yaitu Mammadou Diarra. Pemain-pemain sepakbola Muslim itu dianggap sebagai duta-duta Islam. ***