Showing posts with label pesta blogger. Show all posts
Showing posts with label pesta blogger. Show all posts

Thursday, November 01, 2007

pesta Blogger 2007: Diskusi Belum Juga Usai


Pembicaraan soal Pesta Blogger 2007, ternyata belum juga usai. Ucapan selamat dari mana-mana berdatangan, baik lewat milling list maupun yang diposting di buku tamu blog ini. Ucapan selamat itu karena aku dan Miswar menerima hadiah dari XL berupa tiket pulang Palu.

Sejujurnya, memang hadiah itu di luar dari rencana dan keinginan aku dan Miswar. Bagi kami, hadiah itu ibarat durian runtuh. ucapan selamat itu pertama kali datang dari Ketua DPRD Kota Palu, Mulhanan Tombolotutu yang juga seorang blogger (Palu Blogger Community).

Tapi, berikut ini aku kutip pernyataan seorang anggota milling list, Azmi Sirajuddin namanya, tentang keberadaan Palu Blogger Community. Pernyataan ini, ku anggap bisa menjadi masukan bagi kita, semua blogger Indonesia.

Dia mengatakan: "Yang penting dari itu semua adalah , bagaimana teman-teman "yang mengaku blogger" tersebut, dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan media komunikasi alternatif terhadap masyarakat.

Soal menang dalam kontes-kontesan "blogger" dan semacamnya, itu urusan kedua. Bagaimana "para blogger" kota Palu bisa menciptakan pesan-pesan perdamaian kepada seluruh masyarakat Palu, melalui media blog yang mereka geluti dan kembangkan.

Jadi, "para blogger" Kota Palu, terus berkarya untuk bangsa dan negara.

Salam takzim,

Azmi

Yah, ini masukan penting untuk kita berkarya ke depan. Memang, kita diharapkan menjadi salah satu media alternatif, di tengah-tengah "ketidakpercayaan" publik terhadap media mainstream. Soal kemudian adalah, mampukah kita menjadi pihak terpenting dalam menyampaikan informasi bagi publik itu...??? Mungkinkah postingan-postingan kita, dapat mempengaruhi kebijakan negara ini....??? ***

Wednesday, October 31, 2007

Pesta Blogger 2007: Kerja Belum Selesai


Pesta Blogger 2007 yang sudah kita lewati kemarin, masih sebatas sebuah seremoni biasa. Sehingga kesannya, hanyalah sebuah pesta yang belum menyentuh pada substansi masalah soal komunitas kita.

Memang, di satu sisi kita mendapat legitimasi dari negara dengan menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai HARI BLOGGER NASIONAL. Tapi pertanyaan kemudian adalah, apa yang mesti kita lakukan setelah mendapat pengakuan itu...???

Seharusnya, kemarin panitia mengagendakan sebuah pertemuan kecil atau membentuk semacam team work untuk membicarakan soal agenda ke depan pasca pesta blogger 2007 itu. Hasilnya, bisa tertuang sebagai rekomendasi, baik untuk komunitas kita maupun untuk kemajuan negeri ini.

Memang, kita tidak hendak membuat komunitas kita laiknya asosiasi pekerja media seperti AJI, PWI atau IJTI. Tapi, paling tidak, kerja-kerja team work itu, hendak menemukan sebuah pemaksanaan baru soal sebuah perspektif baru, termasuk menemukan pemahaman (yang paling tidak sama) soal SUARA BARU INDONESIA itu.

Diakui atau tidak, dengan pengakuan negara atas eksistensi Blogger Indonesia, itu berarti kita tertantang untuk berbuat yang lebih baik lagi dan lebih bermakna bagi bangsa ini. Kita juga bisa hadir sebagai sebuah komunitas yang akan merusak citra bangsa kita sendiri. Di sini, kita bisa memilih posisi dan peran kita. Mau berada di manakah kita...???

Oleh karena itu, mungkin pada pertemuan di waktu lain, soal-soal seperti ini perlu kita bicarakan lebih serius. Atau mungkin ada pertemuan terbatas bersama Enda, Mas Wimar, dan lain-lainnya termasuk saya dan juga Mbak Maylaffayza (paling gak sekitar 15 sampai 25 orang) untuk merumuskan masalah itu. Jika tidak, maka dari tahun ke tahun boleh jadi kita hanya datang untuk berpesta dan tidak mengasilkan sesuatu yang berarti. Entah saya keliru atau tidak, tapi begitulah pikiranku soal Pesta Blogger 2007 kemarin.

Mungkin saja, kemarin kita semua berada dalam sebua euforia sebuah pesta, sehingga kita cenderung melupakan beberapa hal penting yang mesti kita kerjakan bersama. Kita, para Blogger Indonesia, harus menasbihkan diri dan juga diakui oleh publik dan negara, bahwa kita juga sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

Walau begitu, salut buat kawan-kawan penggagas pesta blogger 2007, terima kasih banyak telah menggelar acara ini sampai kami bisa datang dan berbagi bersama. Terima kasih buat Enda Nasution, Bang Wimar Witoelar, Anda sangat berkesan dan saya tidak akan melupakan Anda sampai kapan pun (semoga sehat selalu, panjang umur dan mudah rezeki).

So... Thanks God, karena Tuhan jualah yang mengizinkan pertemuan kita semua. Viva Blogger Indonesia

Pesta Blogger 2007: Aku, Miswar dan Maylaffayza


Hari itu, 27 Oktober 2007, Blitz Megaplex, Grand Indonesia lt. 8, Bundaran HI, Jakarta, seakan milik para blogger. Sedikitnya 500 orang dari berbagai penjuru tumpah ruah di gedung baru itu. Mereka yang sebelumnya hanya berkenalan di dunia maya, hari itu bisa bertemu dan ngobrol akrab. Mungkin juga ada yang ketemu jodoh.

Berbeda dengan pertemuan organisasi massa atau pun partai politik, yang harus diundang melalui undangan kertas yang wangi, dan disediakan tiket plus uang saku. Para blogger, datang dengan dana sendiri dan kesadaran sendiri. Tujuan mereka hanya satu, ingin bertemu dengan sesama blogger [...]

Aku dan Andi Miswar, adalah dua blogger yang mungkin pertama kali tiba di Blitz Megaplex itu. Panitia pun belum ada di tempat. Setelah berkeliling dan duduk santai sambil menghabiskan tiga batang rokok di ruang bebas rokok, barulah panitianya datang.

Wimar Witular, pun datang. Para blogger menyerbunya. Ada wartawan yang wawancara. Sambil menjawab pertanyaan wartawan, Wimar Witular yang ku sebut dengan opa blogger Indonesia itu sibuk melayani para blogger lainnya untuk foto bareng. Ya begitulah blogger. Kata seorang teman: Bukan blogger kalau gak narsis. hehehehe....

Aku dan Andi Miswar pun menghampiri Opa Blogger itu. Kami kenalan dan foto bareng. Ia hampir tak percaya kalau aku dan Andi Miswar bukan dari Sulawesi Tengah. "Ah, orang Sulteng yang tinggal di Jakarta?," katanya. Sampai akhirnya ia memintaku menunjukkan tiket ku. Maka kami pun foto bareng sambil ku perlihatkan tiket pesawat yang masih ku simpan di tas ku.

Dari situlah, awal ceritanya, sampai aku dan Andi Miswar mendapat surprise dari XL. Kami diberikan dua tiket kembali ke Sulawesi Tengah. Dasar rezeki....kalau Tuhan akan memberikannya, tak ada yang bisa menghalanginya. Dan ketika itulah, kami berdua tiba-tiba mendadak jadi seleb. Kami mengalahkan ketenaran Maylaffayza pada hari itu. Hehehehe.....

Padahal, Maylaffayza adalah seorang bintang. Ia adalah selebriti, artis, pemain biola terkenal dan murid Idris Sardi. Apalagi, kehadiran Maylaffayza di Pesta Blogger 2007 itu, dengan pakaian seksi yang mengundang semua mata tertuju padanya. Sorry ya Mbak Fay... aku pun selalu mencuri pandang padanya. Tapi gak sempat foto bareng karena gak pede. hehehehe....

Media elektronik dan cetak, menyorot kami. Wajah dan nama ku menghiasi halaman media cetak. Pun halnya di halaman blog dan site kawan-kawan. Sampai-sampai XL pun memasukan halaman utama blog ochansangadji.co.nr di halaman sitenya. Terima kasih XL.....telah menyambung hidup kami kembali ke Sulteng. Terima kasih Tuhan....semua karena izin-MU....***